Sore yang cerah itu kami dari salah satu kelompok Pecinta Alam yang ada di daerah kami ingin mengadakan pendakian Puncak tertinggi di kawasan pegunungan Muria, Sapto Renggo lah tujuan kami sore itu, berangkat kurang lebih dengan 30 personil. Perjalanan dengan menggunakan truk itu kurang lebih menghabiskan waktu 3 jam. Kemudian sesampainya di pos pendakian awal, yaitu tepatnya di desa Rahtawu. Kamipun segera bergegas menyiapkan keperluan yang akan kita bawa. Karena dari pos pendakian awal kita berangkat setelah isya’, kita menyiapkan beberapa lampu penerangan diantaranya senter, korek api & obor/oncor. Setelah semuanya siap kitapun langsung memulai pendakian menuju pos pendakian yang ke dua. Malam itu kita menhabiskan waktu pendakian kurang lebih 2 jam perjalanan. Sesampainya di pos yang kedua, tepatnya yaitu di Sendang Bunton kita memutuskan untuk bermalam di sana, karena disana sudah disediakan sebuah tempat untuk para pendaki.

Setelah itu kitapun beristirahat sambil nyemil-nyemil dan minum kopi yang telah kita sediakan dari rumah. Malam itupun kita habiskan di Sendang Bunton. Keesokan harinya saya dan teman-teman pun tidak sabar untuk segera meneruskan pendakian. Berikut adalah salah satu foto yang kita ambil dari Sendang Bunton.

Foto bersama di pos Pendakian ke dua ( Sendang Bunton )

Tepatnya pukul 07:00 kita pun bergegas meneruskan pendakian menuju Puncak Sapto Renggo atau yang biasa lebih di kenal dengan “Puncak Songo Likur”.

Sambil sesekali kita bercanda tidak terasa kita pun hampir sampai pada puncak nan elok. Kami pun tidak mau melupakan momen-momen ini, dan kita menyempatkan diri untuk foto bersama, biarpun tidak semua anggota kita ikut foto. Dibawah ini adalah foto di tengah perjalanan menuju Puncak Sapto Renggo.

Pendakian Sapto Renggo

Setelah itu kita pun melanjutkan perjalanan, dan Allhamdulillah Puncak yang kita tuju sudah berada di depan mata.

Semua penak, capek, dahaga, hilang begitu saja ketika kita sudah sampai di Puncak. Pemandangan yang sangat indah, asri, sejuk, seketika membuat diri kita terkagum-kagum atas semua Milik-Nya. Diri ini pun terpesona, hembusan angin seakan terdengar sayuk-sayuk mengiringi indahnya pemandangan, pemandangan yang sangat menakjubkan itu tiada henti kita pandangi, Disana juga terdapat beberapa patung-patung dari batu. Patung yang terdapat disana juga sangat menambah aroma mistis. Karena disana juga terkenal dengan kekuatan mistis yang cukup besar. Kurang lebih selama 1 jam kita menikmati alam yang mempesona. Tak terasa haripun semakin siang, kita segera turun dari puncak agar kita tidak kemalaman, akhirnya setelah semuanya sudah siap untuk turun, kita pun turun secara perlahan. Rasanya berat banget ninggalin Puncak Sapto Renggo, dan kami pun ingin kembali kesana pada suatu saat nanti.

Selamat tinggal Sapto Renggo, Tunggu aku dilain waktu.