Apakah anda semua penasaran dengan yang satu ini??

Iya, gambar disamping ini adalah gambar dari salah satu goa yang konon dari cerita masyarakat adalah goa peninggalan dari tentara jepang.

Namun minimnya masyarakat sekitar yang menjamah goa ini, sehingga goa yang terletak di kawasan Pegunungan Muria ini jauh dari kata indah. Sangat disayangkan sekali tempat-tempat bersejarah seperti Goa peninnggalan Jepang diatas kurang ada yang memperhatikan.

Pada suatu ketika saya dan teman saya, siang itu cuma berdua, sebenarnya sih pada siang itu kami tidak kepikiran ingin pergi ke Goa Jepang, tapi kami dengar-dengar dari masyarakat bahwa di kawasan Pegunungan Muria ada salah satu Goa peningalan Jepang. Kami pun sangat penasaran sekali dengan Goa tersebut. Saya yang belum pernah menjamah tempat itu sekali pun ingin sekali melihat dan membuktikan Goa tersebut.

Pada waktu itu kami memulai start dari Desa Japan, Kec. Colo Kab. Kudus kemudian naik  menuju obyek wisata Air Tiga Rasa, disana kami istirahat sejenak, kemudian kami menitipkan sepeda motor. Setelah itu kami pun bergegas menuju Goa yang kami tuju. Perjalananya sungguh sangat melelahkan juga, karena kami masih asing dengan medan yang ada. Perjalanan menuju Goa Jepang meliputi berbagai rintangan yang kami lewati satu persatu. Diantaranya melewati jalur Sungai berbatu-batu besar, pohon-pohon tumbang, kemudian sesekali kita melewati semak belukar dibawah pepohonan besar. Untuk sampai ke tempat tujuan, kita menempuh waktu kurang lebih 45 menit.

Ditengah perjalanan kita hampir menyerah dan hampir membatalkan ke Goa Jepang karena kita kehilangan jalur, dan hampir tersesat. Namun dengan semangat yang tinggi salah satu dari kita ingin meneruskan perjalanan, kami pun membatalakan niat untuk kembali, dan kami meneruskan perjalanan. Kurang lebih berjalan selama 5 menit kami pun sampai ditempat tujuan.

” Wah lega rasanya, capek pun hilang” Celetuk salah satu dari kita.

Kita pun tidak masuk ke dalam Goa, hanya sampai dibibir Goa saja, dan kami pun tidak lama di Goa itu, karena masalah pun kembali datang, ternyata tanah dan semak belukar yang ada dibibir Goa banyak hewan penghisap darah (Lintah). Kami pun bergegas menyingkir dan menuju ketempat yang aman, setelah itu kami pun membersihkan Lintah dari kaki-kaki kita, sangat sulit sekali hewan itu lepas dari kulit kita, kurang lebih puluhan lintah yang ada di kaki kita telah menghisap darah. Kami pun tidak kurang akal. Salah satu dari kami ada yang membawa rokok, dan kemudian menyulutnya untuk di tempelkan pada badan lintah. Usaha kami pun tidak sia-sia. Satu persatu lintah-lintah itu mati dan tidak menghisap darah lagi. namun kaki kami terasa agak sakit karena terlalu banyak lintah yang menhisap. Darah pun juga banyak yang keluar. Setelah itu kami istirahat sebentar untuk menghilangkan rasa capek. Kurang lebih sekitar satu jam kemudian kita kembali ke Air Tiga Rasa. Namun di perjalanan pun kurang nyaman, karena salah satu dari kita ada yang terpeleset dari batu, tapi Allhamdulillah cuma lecet-lecet saja,dan kami pun sampai di Air Tiga Rasa.Itulah sebagian perjalananku siang itu.